Sunday, May 10, 2015

Puisi dan Majas


Tugas Bahasa Indonesia kali ini adalah mengenai puisi, dan berikut beberapa informasi yang saya ketahui. Namun sebelumnya saya mau meminta maaf jika blog saya kali ini terkesan kurang tertata ataupun rapi.  Enjoy!

 Puisi
 
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia, Herman Waluyo. Puisi sendiri adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

Puisi memiliki beberapa unsur yang saling mempengaruhi dalam keutuhan puisi itu sendiri.
Unsur-unsur yang terdapat dalam puisi adalah sebagai berikut:

Kata/rima (bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait.)
Larik (mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa)
Bait (merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis)
Bunyi/irama (adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi)
Makna

Puisi sendiri terbagi menjadi 4 yakni, puisi lama, baru, modern, serta kontemporer.

A.     Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan seperti Jumlah kata dalam 1 baris, Jumlah baris dalam 1 bait, Persajakan (rima), Banyak suku kata tiap baris dan Irama.

Ciri-ciri Puisi Lama

Pengarangnya (anonym) tidak diketahui
Terikat jumlah baris, rima, dan irama
Berkembang menjadi kesusastraan lisan
Gaya bahasa yang tetap (statis) dan klise
Isinya tentang istanasentris dan fantastis

Jenis-jenis puisi lama

Mantra
Gurindam
Seloka
Kamima
Talibun
Pantun dibagi 3:  Biasa
                       Talibun
                       Tarmina

B.      Puisi Baru

Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan. bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru

Pengarangnya diketahui
Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama
Berkembang secara tertulis maupun lisan
Gaya bahasa yang berubah-ubah (dinamis)
Isinya tentang kehidupan

Jenis-jenis Puisi Baru

Distikzon – 2 baris
Terzina - 3 baris
Quatrain - 4baris
Quinet - 5 baris
Sextet – 6 baris
Septina - 7 baris
Stansa – 8 baris
Satena – 14 baris
Sajak bebas

C.      Puisi Modern


Ciri-ciri Puisi Modern

Bentuknya bebas tetapi mengutamakan ekspresi jiwa.
Penulisannya cenderung eksperimen.
Tata tulis atau tipografinya mendukung keindahan.
Setiap kata atau bunyi diusahakan mendukung makna, membangkitkan imajinasi dan bernilai estetis (mengandung keindahan atau seni).

Jenis-jenis Puisi Modern

Balada
Romance
Elegy
himme
epigra&satire


D.     Puisi Kontemporer


Ciri-ciri Puisi Kontemporer

Puisi bergaya mantra dengan sarana kepuitisan berupa pengulangan kata, frasa, atau kalimat.
Gaya bahasa paralelisme dikombinasi dengan gaya bahasa hiperbola dan enumerasi dipergunakan penyair untuk memperoleh efek pengucapan maksimal.
Tipografi puisi dieksploitasi secara sugestif dan kata-kata nonsens dipergunakan dan diberi makna baru.
Kata-kata dari bahasa daerah banyak dipergunakan untuk memberi efek kedaerahan dan efek ekspresif.
Asosiasi bunyi banyak digunakan untuk memeroleh makna baru.
Banyak digunakan gaya penulisan prosais.
Banyak menggunakan kata-kata tabu.
Banyak ditulis puisi lugu untuk mengungkapkan gagasan secara polos.

Jenis-jenis Puisi Kontemporer

Puisi Tanpa Kata
Puisi Mini Kata
Puisi Multi Lingual
Puisi Tipografi
Puisi Supra Kata
Puisi Idiom Baru

Puisi Mbeling



Majas

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yg membuat cerita itu semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Majas sendiri tergolong menjadi 4, yaitu:

1.      Majas Perbandingan

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.

Contoh : Semangatnya keras bagaikan baja.

1a. Metafora

Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.

Contoh: Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)

1b. Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.

Contoh: Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.

1c. Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran, biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

1d. Simbolik

Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh: Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian

1e. Metonimia

Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.

Contoh: Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (Maksudnya rokok gudang garam)

1f. Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya.

·         Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

Contoh: Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.

·         Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.

Contoh:  Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

1g. Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, bak, bagai.

Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.


2.      Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”.

2a. Antitesis

Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh: Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2b. Paradoks

Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh: Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.

2c. Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa.

2d. Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Contoh: Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?


3.      Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

3a.  Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh: Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.

3b. Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh:  Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

3c. Paralelisme

Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:

  Cinta adalah pengertian
  Cinta adalah kesetiaan
  Cinta adalah rela berkorban

3d. Tautologi

Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh: Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.

3e. Klimaks

Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

Contoh: Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.

3f.  Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.

Contoh: Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

3g. Retorik

Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh:  Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?


4.      Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.

4a. Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.

Contoh: Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat aku baca.

4b. Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain.

Contoh:  Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

4c. Sarkasme

Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:  Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!



 Puisi

Candu 

Bagaikan gurun yang merindukan hujan
Koran yang menanti tuk dibaca
Kopi yang butuh akan kemanisan gula
Dan teh yang mendambakan diri tuk diseduh
Begitu juga aku

Aku yang selalu merindukanmu
Menanti kehadiranmu
Menanti akan keceriaanmu
Serta mendambakan kehadiranmu
Namun apalah dayaku

Hanyalah seorang pecandu
Pecandu akan semua hal tentang dirimu
Karena kau adalah candu bagiku
Karena kaulah canduku